59TH IAAS World Congress Mengunjungi Indmira

21 September 2016

13876517_1107828272631528_8114360771869570267_n

Tahun ini Indonesia, tepatnya Kota Yogyakarta berkesempatan menjadi tuan rumah Kongres Dunia IAAS ke-59 tahun. Asosiasi Internasional Mahasiswa Pertanian dan Ilmu Terkait (IAAS) merupakan suatu organisasi mahasiswa pertanian dari seluruh dunia yang bergerak di bidang agrokompleks dan ilmu terkait. Saat ini, IAAS memiliki anggota yang tersebar di 40 Negara dari benua Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Di Indonesia, ada delapan universitas yang menjadi anggota IAAS antara lain UNLAM, IPB, UNS, UNRAM, UNPAD, UNDIP, UGM dan UB.

UGM salah satu universitas yang dipercaya menjadi penyelenggara kongres dunia IAAS. Dengan mengangkat tema besar “Menanam Masa Depan Anda”, kegiatan tersebut bertujuan sebagai ajang mahasiswa pertanian seluruh dunia berkumpul, mendiskusikan isu-isu terkait bidang agrokompleks, serta saling berbagi ide dan pemikiran untuk memajukan pertanian dunia secara bersama-sama.

Selain melakukan diskusi dan berbagi pemikiran, para peserta diajak mengunjungi suatu perusahaan di bidang agrokompleks. Salah satunya Indmira. Indmira dipercaya menjadi lokasi yang akan menjelaskan riset dan teknologi pertanian pada 60 mahasiswa. Mahasiswa tersebut tersebar dari 20 negara berbeda, diantaranya USA, Argentina, Belgia, Cili, Perancis, Jerman, Austria, Yunani, Guatemala, Spanyol, Sverige, Switzerland, Taiwan, Zimbabwe, Rusia, Ghana, Nepal, Jepang dan Australia. Peserta dari mahasiswa lokal sebanyak 8 mahasiswa, berasal dari IPB, UB, UNPAD, UNDIP, UGM, UNLAM dan UNRAM.

Sekitar pukul 08.00, peserta mengunjungi lahan produksi Amboja, dipandu oleh Bambang W Sasongko selaku pemandu wisata. Kegiatan yang dilakukan, memanen tanaman hortikultura cabai, kacang panjang, daun bawang prei dan kubis. Kemudian para peserta diajak menanam padi di sawah dengan sistem jajar legowo. Hal ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar peserta. Mereka tampak sangat menikmatinya, bahkan beberapa peserta justru asyik bermain lumpur.

Tepat pukul 12.00 para peserta diajak ke Kebun Sendang untuk bersantai sambil menikmati jamuan makanan kedondong, kacang rebus dan minuman kombucha. Sebagian besar dari mereka, terlihat heran dan merasa aneh ketika pertama kali menikmati teh fermentasi tersebut. Menulis pesan kesan pada sebuah kartu heksagonal, menjadi penutup acara kunjungan peserta.

Salah satu peserta dari Swedia, Tora Lundin menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi tour yang sangat menyenangkan dan menarik, ia mendapatkan hal baru terkait sistem hidroponik dan budidaya padi di sawah.

Yahor dari Rusia juga mengungkapkan rasa senangnya bisa berkunjung ke Indmira. Begitu banyak hal-hal menarik dan inovatif di Indmira. “Saya akan membawa pulang sistem hidroponik Anda. Terima kasih!!” ujarnya.

“Ini bagus untuk melihat semua berbagai tanaman dan sistem produksi”. Tambah Peserta berbaring Cili Dari, Terima kasih.

Dari beberapa pesan kesan positif tentang pertanian Indonesia, sangat disayangkan mahasiswa pertanian dalam negeri kurang menunjukkan rasa bangga dan kepeduliannya terhadap pertanian Indonesia. “Sayangnya, saya tidak melihat bahwa banyak keprihatinan dari mahasiswa Indonesia. siswa pertanian ini tampak siap untuk bekerja di belakang meja dan meninggalkan pekerjaan kasar untuk orang yang kurang beruntung”. Imbuh Bambang W Sasongko.

Mahasiswa luar negeri saja bangga dengan pertanian Indonesia, bagaimana dengan kalian??

Kontak

Kantor Pusat:

Jl. Kaliurang km 16,3
Pakem, Sleman,
Yogyakarta
55582

Tel: 0274-895462
Fax: 0274-898269

h2b@indmira.com

Marketing office

Menara Prima I,
Unit B, 2nd floor
Jl.DR. Ide Anak Agung Gde Agung Blok 6.2,
Kawasan Mega Kuningan ,
Jakarta Selatan, 12950