Tentang H2B

Alam dan semua yang ada di permukaan bumi ini tidak hanya digunakan saat ini, namun juga harus dipersiapkan untuk generasi mendatang. Namun eksploitasi berlebihan mengakibatkan kerusakan alam termasuk tingginya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Hal ini menjadi keresahan bersama berbagai negara di dunia hingga pada tahun 1997 terbentuk Protokol Kyoto yang mengatur produksi Gas Rumah Kaca setiap negara agar konsentrasi Gas Rumah Kaca di atmosfir berada pada tingkat yang tidak membahayakan sistem iklim bumi. Untuk mencapai tujuan itu, Protokol Kyoto mengatur pelaksanaan penurunan emisi oleh negara dan memiliki ikatan hukum terhadap setiap negara yang ikut serta didalamnya.

Harapannya, Protokol Kyoto dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan seperti yang dikemukakan Gro Harlem Brundtland, pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Walaupun pada kenyataannya hingga saat ini tidak ada dampak yang signifikan mewujudkan pembanguanan berkelanjutan dan kerusakan di muka bumi semakin parah. Hal ini terlihat dari penelitian NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA yang menyatakan tahun 2014 menjadi tahun terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1880).

Indmira sebagai perusahaan berbasis teknologi yang telah melakukan penelitian dan pengembangan agrokomplek (pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan), energi serta rehabilitasi lingkungan sejak tahun 1985 berusaha untuk urun aktif terwujudnya bumi yang nyaman sekaligus menjalankan amanat dalam Protokol Kyoto. Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Yogyakarta ini berusaha menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat Jawa yaitu Hamemayu Hayuning Bawana.

Hamemayu Hayuning Bawana sebagai filosofi yang sejak lama dimiliki masyarakat Jawa, digunakan kerajaan Mataram Islam sebagai filosofi membangun kerajaannya pada masa itu. Hamemayu Hayuning Bawana memiliki makna dalam terjemahan bebas Menjaga Kelestarian dan Keselarasan Hubungan dengan Tuhan, Alam, dan Manusia. Jika kelestarian dan keselarasan tersebut dapat terwujud maka akan tercipta kehidupan yang harmonis antara alam dan manusia sehingga akan terwujud kesejahteraan manusia

Indmira membawa Hamemayu Hayuning Bawana sebagai filosofi untuk program kepedulian sosial yang disingkat sebagai program H2B. Filosofi keselarasan dan keserasian manusia dengan alam adalah dasar dari dilaksanakannya program H2B ini. Program H2B ini nantinya dibagi menjadi 3 yaitu : H2B Pertanian, H2B Lingkungan, dan H2B kerja sama Riset.

Dimulai tahun 2015 program H2B berusaha menargetkan insiator – inisiator muda dalam bidang terkait untuk menjalin kerja sama dengan Indmira. Tahun ini Indmira berkomitmen akan mendukung terwujudnya 250 hektar lahan yang lebih produktif dan berfungsi secara berkelanjutan baik untuk kepentingan pertanian maupuan lingkungan. Indmira juga siap mengeluarkan 100 juta rupiah untuk dana penelitian inisiator yang melakukan penelitian yang berhubungan dengan lingkungan/ agrokomplek/ energi.

Program H2B Indmira jelas masih jauh dari cukup untuk mewujudkan Indonesia makmur raya, Indonesia yang harmoni antara lingkungan & pembangunan, ataupun Indonesia yang pelaku pertaniannya bisa lebih sejahtera. Tapi Indmira sangat berharap program ini bisa menjadi 1 dari jutaan program di luar sana yang memiliki cita – cita serupa, keselarasan antara alam dan manusia. Mari bergerak!!

Kontak

Kantor Pusat:

Jl. Kaliurang km 16,3
Pakem, Sleman,
Yogyakarta
55582

Tel: 0274-895462
Fax: 0274-898269

h2b@indmira.com

Marketing office

Menara Prima I,
Unit B, 2nd floor
Jl.DR. Ide Anak Agung Gde Agung Blok 6.2,
Kawasan Mega Kuningan ,
Jakarta Selatan, 12950